Cover Korupsi Dalam Silang Sejarah Indonesia: dari Daendels (1808–1811) sampai Era Reformasi
Thumbnail Galeri
Non Fiksi

Korupsi Dalam Silang Sejarah Indonesia: dari Daendels (1808–1811) sampai Era Reformasi

Penulis: - | Penerbit: Komunitas Bambu
Rp 180.000
Stok: 10 Eks • Berat: 450 Gram • Kondisi: Baru & Original
🛡️ 100% Produk Original
📦 Packing Aman
🚚 Pengiriman Cepat
💬 CS Respon Cepat

Sinopsis Buku

Korupsi Dalam Silang Sejarah Indonesia: dari Daendels (1808–1811) sampai Era Reformasi Penulis: Peter Carey, Suhardiyoto Haryadi & Sri Margana Tebal: lxx + 282 hlm (352 hlm) Ukuran: 14 x 21 cm Jenis Kertas: Bookpaper 52 gram (BW) SINOPSIS : Testimoni: Sampul Belakang: “Asupan informasi yang pas untuk membangun kemauan politik dalam menjaga suluh pemberantasan korupsi.” Zainal Arifin Mochtar Guru Besar FH-UGM dan Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi UGM “Buku ini bukan sekadar mengajak melihat sejarah panjang korupsi, tetapi menuntut konsistensi dalam melawan korupsi.” Chandra Hamzah Mantan Wakil Ketua KPK (2007–2011) Sayap Depan: “Buku ini bukan hanya menguak sejarah kebobrokan korupsi di Indonesia. Namun, mengajak mempelajari akarnya, membandingkan, lalu mengubah paradigma untuk membasminya.” Fadjriah Nurdiarsih, Koran Tempo, 2017. “Terobosan berani menghidangkan spektrum sejarah panjang korupsi, sehingga memungkinkankita mengetahui akar persoalannya secara lebih dalam sekaligus bagaimana usaha terbaik untuk melawannya.” Adnan Topan Husodo, Kompas, 2017. Sayap Belakang: “Berbagai fakta sejarah yang dipaparkan mengingatkan bahwa penanggulangan korupsi seringkali dipicu oleh faktor keterpaksaan. Akankah kita sebagai bangsa tetap nyaman, tidak merasakan ancaman maut korupsi?” Rimawan Pradiptyo Departemen Ilmu Ekonomi FEB-UGM. “Buku ini menggugah kesadaran sejarah panjang korupsi tanpa hendak mengarahkan kita untuk menumpuk beban perbuatan buruk hari ini ke masa lalu atau malah menyalahkan penguasa kolonial untuk kelakuan bejat kita sekarang. Lebih penting, buku ini membuka jalan mengenali akar-akar sejarah politik-ekonomi dan sosial-ekonomi korupsi agar kita tahu bagaimana cara membasminya.” Pujo Semedi Departemen Antropologi FIB-UGM